Postingan

Untung Ada 17-an

Gambar
Beruntung sekali setahun sekali ada acara 17-an. Kapan lagi warga perumahan seru-seruan bisa berkumpul dan tertawa bersama. Kapan lagi juga semua sudut perumahan bisa rapi dan bersih, walau tidak semua dicat, minimal rumput-rumput yang sudah meninggi dibersihkan. Ya, semua RT berbenah diri merapikan seluruh tempat. Dinilai atau tidak, kerja bakti warga sangat gencar menjelang 17-an.  Semua kini tampak lapang dan terang, bersih juga rapi. Tidak jarang aneka hiasan tampil mempercantik lingkungan, terutama bendera, rumbai-rumbai, dan lampu hias.  Selain lingkungan yang tampak bersih, silaturahmi antarwarga pun makin erat. Keseharian yang  jarang berbaur, dengan adanya 17-an, semua warga berusaha menampakkan diri. Mulai dari kerja bakti, jalan sehat, lomba-lomba, sampai malam tirakatan tanggal 16 Agustus.  Bahkan, para donator bermunculan dalam memeriahkan acara. Acara 17-an memang berbanding terbalik dengan lebaran. Lebaran adalah musimnya warga  bubar karena pulang kampung se

Laris Manis

Gambar
Laris Manis Musim akreditasi, musimnya guru-guru lembur. Meskipun administrasi dan kegiatan rutinitas sudah menjadi hal yang wajar, tetapi tetap saja ada penambahan sana sini. Tentu saja sebagai upaya melengkapi dan merapikan. Ah, ini sudah bukan menjadi rahasia lagi. Kebiasaan saya posting tulisan, mendatangkan manfaat tersendiri. Ketika teman minta data, laporan, atau sebatas mengingat suatu kegiatan, langsung saja saya kirimkan link media sosial saya, terutama Instagram dan blog. Ketika teman memerlukan tulisan tema tertentu, langsung saja mereka saya minta memilih sendiri di blog. Ada lagi teman meminta kover buku ini dan itu karya siswa dan guru untuk diprin, juga saya minta mencari sendiri di Instagram. Alhamdulillah, sangat memudahkan.  Saya pun termasuk yang entengan ceprat cepret momen-momen di depan mata. Walaupun hp tidak bagus, foto-foto itu dibutuhkan untuk melengkapi laporan. Apalagi kalau hp saya bagus, ya? Tentu akan lebih bermanfaat hasil cepretannya. Semog

Awal Tahun Ajaran Baru SMP Al Irsyad Luncurkan 4 Buku

Gambar
Sebanyak empat buah buku antologi karya siswa dan guru SMP Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto, Banyumas diluncurkan pagi ini, Senin 18 Juli 2022. Sebanyak 860-an siswa dan guru menyaksikan sekumpulan siswa dan guru yang telah berperan dalam meramaikan Gerakan Literasi Sekolah.  Dua buah buku hasil dari implementasi Guru Motivator Literasi bersama Forum Indonesia Menulis, yaitu Pandemi Punya Cerita (antologi artikel Pendidikan dari Kepala Sekolah dan 11 guru) dan Puisi Cintaku (Antologi puisi dan pantun karya 50 penulis kelas 7 – 9 putra dan putri). Kedua buku ini terbit pada awal 2022, CV. Pustaka Edu Media. Adapun dua buku lainnya adalah terbitan bulan Juni 2022 bersama SIP Publishing, yaitu Semesta Bicara Tanpa Kata (antologi cerpen 20 penulis dari Pusakawan Remaja kelas 8 putra dan putri) dan Terlambat (antologi cerpen karya 11 penulis kelas 9 putri).  Acara yang dihadiri owner SIP Publishing, Indra Gunawan, S.I.P., ini menjadi lebih berkesan kare

Orientasi Orang Tua Siswa Baru Sukses

Gambar
Setelah dua tahun karena pandemi covid 19 tidak bisa mengadakan Orientasi Orang Tua Siswa Baru secara penuh, tahun ini  SMP Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto sukses mengadakan acara serupa. Tahun ajaran sebelumnya, 2021/2022, Orientasi Orang Tua Siswa Baru diadakan secara tatap muka, tetapi dalam dua sesi, pagi dan siang. Hal ini dilakukan untukenghinsari kerumunan. Tahun ajaran 2022/2023 ini, dua ratus lebih orang tua hadir memenuhi aula lantai 3. Acara yang diselenggarakan pada Rabu, 6 Juli 2022 dan dibuka pukul 08.18 ini menghadirkan Ketua Harian LPP Al Irsyad Al Isalmiyyah Purwokerto, Galih Rakasiswi, S.Pd., dengan pemaparan materi tentang Konsep Pendidikan Al Irsyad. Orientasi selanjutnya dari Kepala Sekolah, Eko Suwardi, S.Pd., tentang visi misi sekolah serta Sosialisasi Sistem Komunikasi Sekolah dan Orang Tua. Adapun orientasi Waka Kesiswaan, Mustamim Luthfi, M. Pd.I., tentang program kegiatan kelas 7 dan sosialisasi kelas percontohan. Waka Binpres, Dani Kurniawan,

Kemecer sejak Kecil

Gambar
Kamis, 30 Juni 2022 Daerah di Indonesia yang ingin dikunjungi Itulah tema menulis Kamis Menulis (Kalis) pekan di d grup WA Lagerunal. Ah, kalau saya ditanya ingin berkunjung ke mana, gampang jawabnya. Namun, sulit direalisasikan. Apakah itu? Saya ingin berkunjung ke daerah Ibu Bapak anggota Lagerunal yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Kesulitan merealisasikan karena kendala waktu dan biaya.   Pada dasarnya, semua wilayah di Indonesia sangat menarik untuk dikunjungi. Sebagai warga yang cinta tanah air, alangkah bagus bila lebih bangga berwisata ke objek-objek wisata dalam negeri sebelum merasa bangga bisa ke luar negeri. Postingan sebagai ungkapan syukur di berbagai media sosial yang sekarang tinggal klik, akan menjadi promosi murah bagi sanak saudara. Kita sudah termasuk ikut mendukung pariwisata dalam negeri.  Adapun perkembangan pariwisata dalam negeri akhir-akhir ini sangat menggembirakan dengan bermunculannya objek-objek baru bernuansa alam sebagai omtimalisas

Sebuah Memoar Guru Pembelajar

Gambar
Tidak lama dari pengumuman bahwa saya pemenang undian berhadiah Kalis (Kamis Menulis) Lagerunal 3 Maret 2022, nasib baik menyapa saya. Sebagai pemenang Kalis 10 Maret 2022, buku kedua akan saya terima dari Pak D, nama beken dari Pak Susanto, S. Pd. Beberapa hari kemudian saya berhasil membaca buku beliau. Terima kasih Pak D.  Selama saya membaca buku beliau, saya tersenyum sendiri karena beberapa pengalaman masa kecil mirip dengan yang saya terima. Beberapa istilah dan perkembangan informasi saya alami juga karena ternyata saya dengan Pak D seumuran. Dari namanya saja ada kemiripan, pakai “Su” yang menunjukkan orang Jawa angkatan dulu. Hehe…, maaf ya Pak D. Namun, nama kita sekelas dengan para presiden, lo. Soekarno, Soeharto, bahkan Pangsar Soedirman. (ejaan lama menggunakan huruf oe sebelum menjadi u). Berikut ulasan singkat buku beliau.   Judul: Pijar Lentera Asa  Penulis: Susanyto, S.Pd.  Penerbit: Oase Pustaka, Sukoharjo  Tebal buku: xvi + 172   Menjadi guru memang

Dicolek Hantu

Gambar
Budi, Danu, dan beberapa anak laki-laki seumuran SD sangat senang bermain petak umpet. Apalagi, bila malam terang dan tentunya bukan sedang ada ujian sekolah.  “Ayo, segera humpimpa!” ajak Budi dan 8 anak yang lain segera berdiri melingkar. Tersisa dua anak yaitu Danu dan Rio. Keduanya segera suit.  “Menang!” teriak Danu sehingga otomatis Rio menjadi kucing. “Satu, dua, tiga,…sepuluh. Sudah belum?” teriak Rio dengan masih menghadap pohon. Pohon itu sebagai gawangnya. Ia menunggu teman-temannya bersembunyi. Setelah hening, tanda semua sudah bersembunyi. Rio dengan jeli mencari satu per satu temannya. “Iwan!” teriak Rio sambil berlari menyentuh gawang. “Dani, Rinto,…,” teriak Rio dengan cepat. Matanya jeli menemukan teman-teman dari tempat persembunyiannya.  Permainan murah meriah itu sering mereka lakukan hampir tiap malam. Kalau malam Minggu, apalagi terang bulan, mereka sampai lupa waktu. Sudah pukul 10.00 masih asyik tidak mengindahkan peringatan dari orang-orang dewasa.